EMPAT LAWANG – Kelangkaan dan melambungnya harga Gas LPG 3kg (melon) di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, diduga kuat dipicu oleh praktik penimbunan oleh oknum tak bertanggung jawab. Praktik ilegal ini mulai terendus setelah ditemukan aktivitas mencurigakan di sebuah rumah mewah di Kelurahan Pasar, lingkungan Tanjung Beringin.
Pada Sabtu (11/4/2026), sebuah mobil pengangkut berlogo Pertamina kedapatan melakukan bongkar muat tabung gas di lokasi tersebut. Ironisnya, rumah yang diketahui milik warga berinisial “D” ini tidak memiliki papan nama pangkalan resmi maupun izin penyaluran gas dari otoritas terkait.
Diduga kuat, rumah tersebut difungsikan sebagai gudang penampungan stok gas bersubsidi dalam jumlah besar secara ilegal. Dampaknya fatal; stok di pangkalan resmi menjadi kosong melompong, sementara harga di tingkat pengecer meroket drastis hingga mencapai Rp50.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kejanggalan di Agen Tanjung Kupang
Selain dugaan gudang ilegal, sorotan juga tertuju pada aktivitas distribusi di sebuah agen yang berlokasi di Perumahan MTs, Tanjung Kupang. Agen yang mengatasnamakan CV CANDRA tersebut dilaporkan mengeluarkan stok lebih dari 100 tabung setiap hari Jumat dengan harga jual Rp25.000 per tabung.
Selain dugaan gudang ilegal, sorotan juga tertuju pada aktivitas distribusi di sebuah agen yang berlokasi di Perumahan MTs, Tanjung Kupang. Agen yang mengatasnamakan CV CANDRA tersebut dilaporkan mengeluarkan stok lebih dari 100 tabung setiap hari Jumat dengan harga jual Rp25.000 per tabung.
Harga tersebut dinilai tidak wajar bagi setingkat agen. Aktivis setempat, Anton, melayangkan protes keras atas fenomena ini.
“Kalau dari agen saja sudah dijual Rp25.000, berapa harga yang sampai ke masyarakat nanti? Ini jelas memberatkan rakyat kecil,” ujar Anton. Ia juga menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kami menuntut keadilan. Jika praktik ini terus didiamkan, kami siap mengambil tindakan tegas,” tambahnya.
Tuntutan Masyarakat dan Desakan Razia
Merespons situasi yang mencekik ekonomi warga, elemen masyarakat dari mahasiswa hingga tokoh pemuda mendesak langkah konkret dari pihak berwenang. Terdapat tiga poin utama yang menjadi tuntutan warga:
Merespons situasi yang mencekik ekonomi warga, elemen masyarakat dari mahasiswa hingga tokoh pemuda mendesak langkah konkret dari pihak berwenang. Terdapat tiga poin utama yang menjadi tuntutan warga:
- Pertamina Wilayah Sumsel diminta menindak tegas oknum sopir atau pihak yang menyalahgunakan armada operasional untuk membongkar muatan di lokasi ilegal (bukan pangkalan resmi).
- Kementerian Terkait diharapkan segera mengaudit rantai distribusi gas melon di Empat Lawang hingga ke akar masalahnya.
- Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Disperindagkop didesak segera melakukan razia besar-besaran, menyegel gudang ilegal, dan memberikan sanksi hukum kepada pelaku monopoli.
masyarakat berharap aparat penegak hukum segera turun tangan tanpa pandang bulu agar distribusi gas kembali normal dan harga kembali stabil sesuai aturan pemerintah.
